Pengen murah, itulah yang saya pikir, akhirnya kebeli juga barang second motor listrik Uwinfly D75 unit perdana saya dulu. Setelah menggunakannya selama 6 bulan, saya mempunyai kesimpulan, tidak selamanya yaitu ada harga ada rupa. Kini sudah saya jual setelah 6 bulan lebih bersamanya, dan inilah cikal bakal saya jadi jualan sepeda listrik second alias bekas (wkwkwk).

Awal beli molis ini bulan Februari, kalau ga salah ingat rentang tanggal 15 atau 16, tahun 2026 ini. Selama 4 bulan saya menggunakan molis bekas ini, ada kesenangan dan kesengajaan pada unit bekas. Berikut ulasan keluh kesah kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan dari pengalaman menggunakan D75 second sebagai kendaraan listrik untuk harian.

Kondisi Unit Second dan Harga

Kondisi: Bekas (Jarang Dipakai kata penjualnya)

Baterai dan Charger aman

Kecepatan masih mampu hingga di rentang 45km/h

Pembelian Unit Juli 2025

Garansi sd. Juli 2026 (Uwinfly Kebon Jeruk)

Alasan Dijual: Jarang Dipakai

Ya, sangat memikat kan? Harga murah unit serasa baru. Ini penampakan dari depan

dan ini belakangnya

dan ini dari sampingnya

Sangat mulus dan terawat. Mempertimbangkan ini unit tangan pertama beli baru dan jarang digunakan, sering didiamkan di rumah, ga pernah kehujanan, plus saya bisa menghemat banyak di banding beli baru yang kondisinya hampir tidak ada bedanya, tentu saya tidak berpikir panjang untuk meminangnya setelah melihat dan cek unit, meski dulu sempat kefikiran mau ambil skuter listrik karna hanya untuk perjalanan dekat.

Keluh Kesah Menggunakan Motor Listrik Uwinfly D75 Second

Pada bulan ke-6 (Agustus tanggal 21), lima bulan sejak setelah saya membeli dengan harga 3 juta 300, yang saya rasakan adalah sangat sepadan dan memuaskan di jadikan sebagai kendaraan listrik untuk harian perjelanan dekat. Kondisi sangat baik dan tidak ada cacat atau sedikit ruang pun untuk mengeluh.

Hingga bulan kelima itu tidak pernah sekalipun di-service atau ganti sparepart atau komponen, jadi semua masih asli dan orisinal seperti bawaan pabrik. Adapun kuncinya ada dua macam yang saya dapat, NFC dan kunci biasa.

Ini tampilan saat saya mencoba menyalakan dengan kunci biasa.

Its, tunggu dulu, berita baiknya bukan hanya itu. Buat yang gaptek seperti saya, pasti bakal wow banget ketika menyalakan menggunakan kunci NFC, hanya dengan ditempelkan. Dalam hati langsung bergumam (motor gue nih canggih coy ada sensor nyalain dan ngunci wkwk). Sangat terasa era canggihnya teknologi, hanya dengan diletakkan di speedometer, motor listrik Uwinfly D75 langsung nyala.

Di-gas dikit langsung jalan, ketika dibawa sangat senyap dan lancar, ga berasa ada tekanan, sangat mulus di jalanan.

Cuman ya agak khawatir, soalnya suara senyap gini takutnya orang di depan ga sadar kalau ada saya. Jadi tiap nyalip atau lihat orang mau nyebrang mesti klakson dulu ngasih isyarat.

Tenaga dinamo Uwinfly D75 yang saya dapat kecepatan maksimalnya adalah 37 km/jam di jalan tanpa tanjakan di speed 3. Menurut informasi yang saya dapat kalau unit Uwinfly D75 600 watt yang barunya bisa dapat hingga 45 km/jam di jalan tanpa tanjakan.

Gak cocok memang buat yang jiwa ugal-ugalan. Saya lebih merekomendasikan motor listrik Uwinfly D75 buat ibu-ibu yang sering ke pasar perjalanan dekat dan ga ada waktu buat ngurus mesin dan oli, atau anak-anak sekolah menengah hingga kuliah yang butuh untuk berangkat sekolah, karena harga yang lebih ramah di kantong dan tidak perlu ngisi minyak (nilai tambah yang suka untuk sepeda dan motor listrik).

Teman cerita kalau dia menggunakan baterai 15S LiFePO4 untuk sepeda listrik yang dibonceng dua orang, dan sepeda listrik tersebut masih bisa berjalan di tanjakan. Namun, untuk tanjakan yang curam, dia mengalami kesulitan. Teman saya menyarankan sebaiknya menggunakan motor listrik (molis) dengan posisi dinamo di tengah (mid-drive) atau di samping (side-drive) karena lebih cocok untuk kondisi seperti itu.

Keluhanya hanya ketika jarak tempuh sepeda motor listrik Uwinfly D75 sudah mencapai 24 kilometer kecepatannya mulai berkurang dan indikator baterai turun sangat cepat. Amannya harus bawa baterai cadangan di dalam jok atau bagasi.

Jadi ga sesimple motor umumnya, mau habis bahan bakar tinggal ke warung beli bensin. Motor listrik ini paling numpang ngisi daya di rumah orang sebentar saat darurat dalam perjalanan.

Pengisian Daya Uwinfly D75

Pengisiannya berkisar antara 3 jam-an sampai penuh (anggap saja 4 jam), portnya berada tepat di bawah bagian depan jok motor.

Tinggal colok charger-nya yang sudah terhubung dengan stop kontak, maka baterai motor listrik akan mulai terisi dayanya.

Indikator tanda bahwa mulai mengisi daya adalah di bagian lampu charger-nya yang semula hijau jadi merah.

Tanda penuhnya adalah sebaliknya, lampu merah yang ada pada charger berubah jadi hijau.

Masalah yang Muncul pada Bulan Keenam Pemakaian

Memasuki bulan keenam, waktu ini saya mulai merasa perlu ganti baterai, karena ya mengingat motor sudah lebih setahun terhitung jumlah total mulai digunakan sejak tangan pertama, jadi performa mulai turun.

Indikasinya adalah nanjak jadi kurang kuat, kecepatan jarak tempuh menurun. Hanya mampu menempuh jarak 19 km sekali ces sebelum motor benar-benar mati kehabisan daya.

Tapi kabar baiknya Uwinfly D75 bisa ganti dari SLA ke lithium, ini buktinya.

Saat itu saya menggunakan jasa yang ngerti sama motor listrik, masih ingat sama kata-katanya "yang penting tegangan sesuai baterai sebelumnya. Misal 48v gantinya yang 48v juga, untuk kapasitas lebih besar lebih baik jadi jarak tempuh lebih jauh dan kerja baterai makin ringan"

Total biaya yang keluar buat beli baterai plus servis Uwinfly D75 ini sekitar 2jt400. menuturmu itu murah atau mahal ?

Cuman ya kembali lagi sih AH-nya dengan budget dan kebutuhan. Pasangnya bisa di bengkel molis terdekat di Google Maps. Di Shopee ada seller baterai Lithium merek PHYLION yang menjual satu paket dengan charger 3-5 ampere, dan kabel positif dan negatif yang mudah disambung ke kutub positif controller dan MCB.

Beberapa toko online terpercaya di Shopee antara lain: Toko Online Saeful Askar, SELIS Official Shop, ECLont, Pelan Tapi Kenceng EV, BateraiLab, Raja Ampere, dan Gangsar Waluyo. Kalau kamu berada di wilayah Jawa Timur, bisa berdiskusi dengan Mas Priyo Surockboyo.

Upgrade Kontroler Uwinfly D75

Kontroler bukan solusi jika baterai sudah lemah, perlu digaris bawahi, Sepeda listrik uwinfly d75 Ganti kontroler apapun kalau baterainya sudah loyo ya sama saja, Controller bukan solusi satu-satunya.

Kalau kalian punya kasus seperti saya, nanjak kurang kuat dan punya asumsi baterai masih sehat, maka disarankan ganti controller saja, yakin nanjak bakal jadi lebih kuat.

Tapi sedotan arus tinggi ke baterai bawaan yang cuma 12ah bikin baterai ga awet. Kalau maksa pengen juga jangan diset terlalu tinggi, nanti baterai cepat mati. Kalau sudah ganti baterai nanjak ga ekstrim bisa tap efek rada panas dikit. Ganti bldc 1500 watt dah cukup buat nanjak.

Pertanyaannya pakai kontroler apa kalau ganti 1500? Yaps, sekali lagi ini soal harga ya guys.

Kalau mau murah cari aja copotan bekas Winfly T3 bisa cari aja di Google atau toko online. Dalam beberapa kasus mereka yang sudah nyoba katanya sih bisa, tapi baterai jadi boros dan ngurangin masa umur baterai.

Nanjak biasa masih kuat, tapi kalau nanjak ekstrim gak kuat... tapi setidaknya lebih bertenaga dibanding bawaan wkwk.

Rekomendasi Kapasitas Baterai

Uwinfly D75 muat hingga di atas 15 Ah asalkan ditaro di dek bawah tempat baterai SLA. Penggunaan 15Ah yakin sudah cukup mengingat itu udah termasuk besar untuk motor listrik seperti Uwinfly D75.

Mengapa saya yakin bisa? Karena punya tetangga saya dah ganti dari SLA 20Ah ke LiFePO4 15Ah. Menurutnya jarak tempuh bisa lebih jauh yang LiFePO4 karena beratnya 1/5 dari SLA. Keunggulannya LiFePO4 lebih ringan, bisa dikuras hingga 80 persen sedangkan SLA cuma 50 persen. Jadi 15Ah LiFePO4 sudah cukup.

Type Votol untuk Uwinfly D75

Ada banyak macam dan pilihan Votol yang cocok, sejauh ini yang saya temukan berdasarkan diskusi dengan sesama pengguna Uwinfly D75 adalah EM30 atau EM35 yang plug & play. Saran sekalian kalau ada yang bisa pasang plus setting lebih bagus, soalnya perlu disesuaikan sesuai kenyamanan pengguna.

Itu aja sih yang bisa saya share untuk ulasan pengalaman jujur menggunakan motor listrik Uwinfly D75 bekas. Sekarang motornya sudah saya jual, udah jadi jual beli molis second sekarang. menang di kantong, maksudnya hemat karna ga perlu isi bensin, ga khawatir harga pertalite naik, juga ga perlu ganti oli tiap bulan.

Jadi tidak ada keluhan yang berarti selain kehabisan daya saat di perjalanan. Saran saja amannya gunakan untuk kegiatan sehari-hari, bukan untuk pulang pergi dengan jarak tempuh ratusan kilometer. Kecuali punya banyak baterai cadangan dan bawa semua. Alih-alih ngecas nunggu lama hingga daya penuh, mending ganti baterainya sebentar.

untuk spesifikasi rinci fitur seperti smart key D75, alarm remote, speedometer digitalnya silahkan cari aja di google, saya ga bakal nulis di sini, karna kepanjangan. nanti kedepanya saya tulis kalo ready unitnya

menurutmu Uwinfly D75 bagus atau tidak? kalau minat beli motor listrik second, boleh hubungi WA saya 085393127411. Barang yang saya jual sudah saya cek, detail dan pengalaman pengguna juga saya tanyakan, jadi harga akan sesuai dengan detail history dan kualitasnya. nanti di kasih harga murah sekalian promo untuk unit tertentu buat yang belum punya kendaraan listrik roda dua😁.