Motor listrik semakin banyak diserap oleh masyarakat yang mengharapkan biaya hemat untuk bahan bakar dan terbebas dari hiruk pikuk antrean di SPBU yang panjang. Saya mencoba beli punya tetangga yang kebetulan mau jual motor listrik Uwinfly T3, kondisi minus baterai baru diganti dengan pemakaian sekitar 2 tahun lebih.

Jadi bukan baterai dari bawaan pabrik saat beli, harga akhir yang kami sepakati adalah 6 juta 400, dengan catatan minus pada baterainya. Saya tidak akan share kondisi bodi unit lebih dalam, tapi fokus utama di sini adalah sekilas review dan biaya yang sudah di habiskan tetangga saya mengganti baterai SLA (aki kering). Karena saya bertanya history pemakaiannya sebelum saya putuskan untuk mengambilnya.

Sekilas kondisi Uwinfly T3 yang minta baterai

Menurut tetangga saya yang nge-jual, waktu itu motor tenaga baterai Uwinfly ini sudah digunakan dengan km hampir menyentuh 12 ribu, baterainya sangat terasa cepat habis, hanya mampu menempuh jarak sekitaran 24 km, bahkan masih jauh dari kata lebih dari setengah kemampuannya yang menurut iklannya adalah 70 km.

Ketika melebihi 12rb790km Uwinfly T3 ini sudah tidak bisa jalan sama sekali meskipun digas. Jadi udah bisa dianggap tenaganya udah ga mampu untuk menggerakkan motor biar jalan.

Meski harganya masuk dalam kategori murah di kelas bawah, tapi enak buat jalan di jalanan datar meskipun tenaga baterainya sudah drop cepat habis. Tapi beda cerita kalau dibawa boncengan berdua atau naik tanjakan, di sinilah berasa mungkin kalau ada suaranya bakal teriak-teriak karena spesifikasi tenaganya yang terbilang lemah dan loyo untuk boncengan dan naik tanjakan seperti jembatan yang agak naik ke atas posisinya.

Biaya pengeluaran dan baterai motor listrik Uwinfly

Semakin banyaknya pengguna motor listrik, kini yang jualan baterainya semakin banyak sehingga mudah untuk ditemukan. Katanya motor listrik biaya lebih murah, tapi apakah benar? Biaya pajak motor listrik, perawatan, pengisian, serta biaya pengisian dayanya.

Jika disertakan ganti baterai seharga 1,5 (beli online dapat voucher) ditambah jasanya sekitar 70 ribuan jika dibulatkan jadi 1,6 juta. Menurut perhitungan tetangga saya yang dia habiskan kisaran kurang dari Rp2.600.000-an. Wow, murah amat ya segitu untuk menghabiskan kilometer sekitaran 12 ribu lebih. Udah selengkapnya selama pemakaian (saya tidak akan membandingkannya dengan BBM, perbandingan itu simak aja di sini).

KomponenBiaya (Rp)Catatan
Pajak tahunan100.000Dibayar rutin
Ban + kampas rem300.000Setelah ±10.000 km
Listrik pengisian600.000Estimasi 2 tahun
Ganti baterai SLA2.800.000Setelah ±12.000 km
Total3.850.000Selama 3 tahun pemakaian

Mari kita rinci:

  • Pajak 2 tahun 60 ribu ditambah setahun lagi baru dihidupin jadi total 90 ribu

  • Beli ban belakang sekali karena sudah agak mulai licin dan gundul Rp200.000 ditambah kampas rem sebesar Rp20.000 karena sudah hampir habis dengan biaya pasangnya 50 ribu, totalnya 270 ribu

  • Estimasi perkiraan yang sudah dikeluarkan selama 2 tahun lebih ini untuk nge-charge baterainya menjadi beban biaya listrik sekitar 600 ribu-an pengisian 6 kali dalam seminggu

  • Baterai dan jasanya habis 1,620.

Jumlah keseluruhan biaya yang dihabiskan adalah Rp2.580.000 (pajak Rp90.000 + ban, kampas rem, dan pasang Rp270.000 + listrik pengisian sekitar Rp600.000 + baterai dan jasa Rp1.620.000). Jumlah ini belum termasuk harga pembelian motor.

Kalau dibandingkan secara kasar dengan motor berbahan bakar minyak (BBM), terutama motor matic kelas 110–125 cc yang bisa ditemukan di jalanan untuk rutinitas harian, selisih biayanya cukup terasa. Tentu ini sekadar perkiraan berdasarkan informasi dan hitungan umum di lapangan, bukan patokan mutlak karena kebutuhan berkendara dan rute tiap orang berbeda.

Sebagai gambaran, asumsikan motor matic bensin digunakan dengan jarak tempuh rata-rata sekitar 40 km per hari (sekitar 26 hari kerja per bulan, atau kurang lebih 12.000 km per tahun). Estimasi biaya operasional tahunannya kurang lebih seperti berikut:

Komponen Pengeluaran (Motor BBM 110–125 cc)Kisaran Biaya per Tahun
Konsumsi BBMRp3.120.000 – Rp4.368.000
Servis rutin & suku cadang (ganti oli, filter, busi, kampas rem, dll.)Rp800.000 – Rp1.200.000
Pajak kendaraan bermotor (tahunan)± Rp350.000
Total Biaya Operasional per TahunRp4.270.000 – Rp5.918.000

Sebagai pembanding, total pengeluaran operasional dan perawatan Uwinfly T3 yang penjual historykan tercatat sekitar Rp2.580.000 selama lebih dari 2 tahun pemakaian (belum termasuk harga pembelian unit motor).

Meski terlihat jauh lebih hemat, perbandingan ini tentu tidak sepenuhnya setara (apple-to-apple). Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti perbedaan periode waktu perhitungan (1 tahun motor bensin vs >2 tahun motor listrik), kondisi dan performa kendaraan, fluktuasi harga BBM, pola jarak tempuh aktual, hingga siklus penggantian baterai yang tetap harus disiapkan dananya di kemudian hari.

siklus baterai SLA cycle life

Siklus kemampuan ngisi baterai SLA ini berada di kisaran 300 hingga 500 menurut informasi yang beredar, tapi bukan berarti kemampuan jarak maksimal yang ditempuhnya akan terus seperti itu hingga asumsikanlah 500 kali pengisian.

Cara kerjanya seperti ini, anggaplah sudah mencapai 300 kali dalam kurun waktu 2 tahun, setiap kali ngecas akan terus berkurang kemampuan siklus pengisiannya dalam waktu 2 tahun yang sudah dilewati. Jadi asal sebelumnya mampu 60 km masih ada sisa, akan terus berkurang hingga ambang batas kapasitas turun 70 hingga 80% hingga akhirnya ga bisa lagi buat digas.

Contohnya dulu waktu sehat sehari sekali pengisian daya, lalu jadi 2 kali sehari, nambah lagi jadi 3 kali sehari ngecas sampai 6 kali, hingga pada akhirnya penghujung usia baterai.

Waktu pengisian dayanya pun terus semakin dipangkas dalam kondisi seperti ini, yang asal 4 jam jadi kurang dari setengah jam, sekitar 20 menitan.

Jadi bukan dalam artian akan terus seperti baru hingga 300 atau 500 kali pengisian baru mulai drop, tapi secara perlahan setiap ngecas akan terus turun performanya hingga akhir usia baterai.

Harga murah ya mau gimana lagi ya? Berbanding dengan baterai jenis lithium yang bisa mencapai 1000–2000 siklus karena ditujukan untuk jarak tempuh yang lebih jauh dan pengisian lebih cepat.

Dalam komunitas yang biasanya suka upgrade baterai, ada yang share uji coba pada T3 dengan baterai LFP 64V 15Ah menghasilkan jarak tempuh hingga 130 km sekali isi. Hampir dua kali lebih banyak dari kondisi versi tanpa upgrade dan pastinya harga lebih mahal.

Rencana saya sih ni motor mau saya upgrade atau diganti dengan baterai lithium custom yang sesuai untuk standar pabriknya, tapi agak sayang juga karena baru diganti katanya. nanti kalau baterai drop lagi mau saya upgrade sekalian saya share cara upgrade baterainya.

Transisi dari motor bensin ke motor listrik memang memberikan rasa lega yang nyata, terutama dari sisi efisiensi harian. tidak perlu lagi mengantre BBM atau repot dengan servis berkala seperti ganti oli dan busi.

Tapi sisi minusnya tidak bisa diabaikan seperti keterbatasan jarak tempuh dan waktu pengisian yang lama berjam-jam, beda dengan motor bensin serba cepat dan kuat nanjak maupun boncengan yang jadi pertimbangan serius kalau mau beli motor listrik seperti Uwinfly T3, miski udah ada yang kuat nanjak seperi di daftar motor listrik yang kuat nanjak ini.

Selain itu, biaya penggantian baterai setelah 3–5 sekali tahun tergolong mahal (meski bisa dianggap murah kalau dibanding BBM pengeluaran selama itu), harga jual kembali motor bekasnya belum stabil, dan jaringan bengkel umum yang berpengalaman menangani masalah kelistrikan masih cukup terbatas.

Bagaimana menurutmu biaya total kepemilikan dan ganti baterai Uwinfly T3? ini history atau riwayat pengeluaran dari tetangga saya yang jual motor ya, bukan dari saya. saya baru beli baru-baru ini dari beliau tanggal 19 kemarin (bulan oktober 2026) buat dijual lagi dan udah laku di beli sepupu. kalau minat nyari boleh share share sama saya, hubungi aja kontak wa saya 085393127411 atau hubungi melalui web di halaman kontak saya, pertimbangkan semuanya biar ga nyesel setelah beli.