Pengen motor listrik yang typical banget buat harian tapi masih agak ragu pilih mana? Mau ambil produk seperti VINFAST EVO dan lagi nyari review jujurnya? Saya akan mencoba secara ringan mengulasnya dengan jujur apa yang sudah didapat selama pemakaiannya beberapa hari, sekalian riset laporan-laporan dari yang sudah menggunakannya juga disertakan. Meliputi kelebihan dan kekurangannya dari sudut pandang saya.
Unit motor listrik masih baru ya, baru beberapa minggu, sekitaran 25 harian. Saya tanya-tanya biar lebih jelas sama dia dan minjam mau nyoba sendiri gimana rasanya pake VINFAST EVO.
Review Unit VINFAST EVO
Spesifikasi yang mau saya review ini adalah varian yang 1 baterai, memilih ini karena ya siapapun ngerti, harga lebih murah.

Bisa dilihat ya, foto kondisi dalam jok hanya ada satu baterai tipe kepemilikan baterai (bisa aja kalau mau pake sistem sewa baterai), tempat baterai satunya kosong. Jadi sebenarnya ada dua tempat penempatan baterai, kalau mau dua bisa pilih yang versi dua, cuman harga bakal kerasa selisih harganya dan minusnya bagasi jadi lebih sempit.
Mikirnya sih gini, karena satu baterai udah mampu memenuhi keperluan berkendara buat harian, jadi lumayan tempat baterai satunya bisa buat naruh benda keperluan yang mau dibawa seperti tas, pakaian buat nginap, cemilan atau apapun (mungkin cuman saya yang suka naruh cemilan dalam jok kalau jalan nongkrong sama teman 😂)

Skema kepemilikan baterai ini sama saja seperti motor listrik lainnya, bisa ngisi daya di rumah, bisa juga tuker baterai tapi dikenakan biaya lagi.
Baterai motor ini 1,5 kWh, klaimnya sih mampu menempuh jarak sejauh 85 km (tes nyata mencapai 60-an km).

Jadi buat harian ya, kurang cocok kayaknya buat yang mau dijadiin motor ojek perjalanan menempuh mendekati 300km tiap harinya, karena takutnya klien minta antarin ke lokasi yang jaraknya jauh sedangkan kapasitas baterai udah kepake setengah, bikin was-was dan mesti sering ngecas tiap beberapa kali ngantar penumpang biar daya baterai cukup terus, jadi mungkin memang didesain buat harian ya evo ini. Kalau masih mau buat ojol, mesti riset dan direncanakan dulu.
Charger menggunakan 6,3 amp, pengisian daya sekitar 3 jam sampai penuh, ini motor yang satu baterai ya, ga tau kalau make dua baterai, logikanya sih karena dua ya mesti lebih lama. Cuman ga tau ya namanya kecanggihan zaman terus naik, bisa aja ga ada bedanya waktu pengisiannya antara satu baterai dengan yang dua.

Lokasi colokan buat pengisiannya dalam jok, penampakannya liat di gambar bawah.

Konektor dalam jok ditutup pake backdoor berbahan busa, jadi keliatan kalau diangkat.

Karena dalam jok, aman-aman aja gak sih gak ditutup pake backdoor selama ga diapa-apain dan ga diletakin benda apapun? Tapi bagusnya ya mending ditutup aja pake backdoornya, toh ga ngaruh juga sama penampilan dan lebih disarankan sama produsennya kalau😂.
Ada perbedaan tipis antara versi satu dengan dua baterai pada VINFAST EVO ini, yaitu versi satu mengusung power hub 1800 W, sedangkan yang dua menggunakan 3000an W.

Bisa terlihat di bagian velg palang tertulis grafir 1800 W, sekilas dilihat konstruksi dan diameter ketebalan sama aja seperti yang varian baterai dua, jadi mungkin dari segi performa di jalanan sama aja, paling menang di tenaga (hanya pendapat saya ini, lebih akuratnya tanya langsung yang udah punya varian dua baterai mengenai perbedaan konstruksinya).
Ban depan maupun belakang punya tapak 90 dengan aspek rasio 90 (tinggi dinding ban adalah 90% dari lebar ban (90 mm), yaitu 81 mm) menggunakan ring 12 inci.

Pengalaman menggunakannya ya gitu-gitu aja sih, ga ada bedanya sama motor listrik yang sudah pernah saya coba seperti Fox 350 misalnya, sama-sama enak. Namanya motor masih baru ya wajar enak, masih ga ada ruang buat ngeluh wkwk.
Baca juga artikel saya mengenai ulasan motor listrik Fox 350, mungkin bisa buat pembanding, memperluas pilihan atau sekadar menjawab penasaran karena sering lihat di jalanan orang pakai itu.

Lanjut ke bagian rem, ini kekurangan sekilas yang saya temukan saat nyobain Evo ini, sistem pengereman belakangnya masih pakai tromol, jadi ga se-instan versi cakram. Tromol ini bisa menampung air kalau melewati genangan air abis hujan, jadi ya makin kurang instan dan tajam saat ngerem, cepat terasa blong. Padahal hampir rata-rata motor listrik sekarang udah pakai sistem cakram.
Beruntungnya bagian depan udah pakai rem cakram.

yang suka rem depan pasti ngerti seberapa bergunanya rem depan ini, karena lebih efisien saat buat instan, ngerem mendadak tanpa terbanting setang dengan tarik ulur rem depan dan rem belakang biarkan terus ditarik tanpa dilepas.
ngomong-ngomong soal stang, lampunya ada di stang

Bakal ngikut arah stang, lebih fleksibel dan lebih cepat ngikut saat di tikungan juga jadi keliatan lebih tinggi posi berkendara lebih cepat buat dideteksi pengendara lain.
Lampu sein ada bawah, lokasi standar motor di pasaran

Bagian belakang seperti ini

Sekilas mirip sama scoopy. Gada komentar buat desain belakangnya ini, paling dikira pengendara yang belakang ini motor scoopy ツ.
Mengenai tombol di stang, bagian kanan ada tombol pilihan mode (Sport dan Eco), tombol untuk mundur, dan parking mode untuk parkir (R/P). Mode sport dan eco ini berfungsi buat ngatur kecepatan saat di jalanan.

Bagian kiri ada tombol lampu buat jarak dekat dan jarak jauh (sorot), lampu sein kiri kanan, di bagian paling bawah tombol klakson

"Berdasarkan hasil riset internal pabrikan, posisi ibu jari tangan kiri manusia secara alami lebih mudah dan cepat menjangkau area paling bawah pada panel saklar stang tanpa harus mengubah posisi genggaman tangan secara ekstrem."
kunci cuman ada manual, tidak ada fitur keyless atau konektivitas smartphone seperti motor listrik lainnya

kalau kunci diputar ke mode on, layar display akan menampilkan:
- Waktu dan Suhu: Terletak di bagian paling atas layar.
- Odometer (Odo): Menampilkan jarak tempuh total motor di bagian bawah layar saat dalam posisi parkir.
- Kecepatan (Speed): Menampilkan angka kecepatan saat ini di sebelah kiri.
Mode Berkendara: Menampilkan status mode yang sedang digunakan, yaitu Eco atau Sport di bawah indikator kecepatan. - Baterai: Menampilkan persentase dan bar sisa daya baterai.
Perubahan yang terjadi pada layar sesuai mode:
- Saat tombol mode ditekan, teks di layar akan berubah secara real-time antara tulisan Sport atau Eco.
- Status Odo ke Trip, lebih tepatnya saat motor diubah dari posisi parking ke mode siap jalan (ready), informasi di bagian bawah layar akan berubah secara otomatis dari Odometer (total jarak) menjadi Trip (jarak perjalanan saat ini).
Lumayan lengkap lah yang ditampilin display, karena ada suhu juga. Sejauh yang saya temukan masih jarang yang menyertakan jam dan suhu, biasa cuman jam.
Buat yang punya tinggi badan 170 an ke atas, posisi saat nyandar mungkin kurang nyaman, karena agak kependekan, terasa seperti Honda Beat, posisi pijakan kaki dengan jok tidak tinggi.

Saat di jalanan dalam mode eco maksimal kecepatannya di naik turun di 46-47km/jam, udah ga bisa lebih.

Ga bisa nangkap kamera saya, mungkin karena layar displaynya anti silau atau anti radiasi atau apalah ga tau, kamera saya ga bisa nembus itu layar displaynya.
Saat test dalam mode sport maksimalnya di 70km/jam, udah ga mampu lagi lebih cepat.
Tambahan
Belakangan ini cukup ramai diperbincangkan di komunitas penggunanya dan rasanya penting untuk diketahui sebelum memutuskan beli. Beberapa kasus dari pengguna yang mengeluhkan indikator baterai tiba-tiba drop drastis, sempat baca postingan yang menceritakan baterai dari 50% mendadak turun ke 0% saat motor lagi dikendarai di jalan (udah ga nemu link postnya), bahkan ada pengguna ojol yang mengaku beberapa kali mengalami kendala baterai error semacam ini.
Memang ini statusnya masih sebatas keluhan pengguna di media sosial yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut ke pihak pabrikan, tapi hal-hal seperti ini jelas menjadi pertimbangan karena bisa bikin was-was dan mengganggu perjalanan kalau sampai terjadi di tengah jalan.
Untuk jaminan tambahan, VinFast memberi garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 72.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
Selain persoalan baterai, sempat ada juga beberapa keluhan respons motor yang lambat dan tarikan yang dirasa kurang bertenaga, kendala saldo atau uang yang raib saat transaksi di BSS (Battery Swap Station), hingga lambatnya respons layanan via chat WhatsApp yang kabarnya bisa sampai sekitar 5 jam baru dibalas. Tentu saja, catatan-catatan ini masih sebatas pengalaman dari pengguna di komunitas yang tetap perlu dikonfirmasi langsung ke pihak VinFast, dan situasinya tentu bisa berbeda tergantung kasus maupun lokasi layanannya.

Saran aja sih, motor listrik pertama kali rilis jangan terburu-buru untuk membelinya, ada baiknya menahan diri dulu sekitar 6 bulan ke depan. Tujuannya supaya kita bisa melihat konsistensi pemakaian jangka panjangnya serta bagaimana kesiapan layanan purnajual dan solusi dari pihak VinFast ketika muncul kendala teknis. Sederhananya, kalau kita beli motor baru lalu muncul kendala dan pihak dealernya belum siap memberi jawaban pasti, kita sendiri yang bakal repot.
Semua kembali lagi ke perhitungan kebutuhan: motor ini mau dipakai untuk apa dan berapa kilometer jarak tempuh harian kalian? Kalau untuk membelah kemacetan perkotaan, motor ini sebenarnya sangat proper karena bodinya yang kompak enak diajak meliuk-liuk di tengah macet dan lincah melintasi jalan tikus.
Ditambah lagi, konsep sistem tukar baterai (battery swap) menjadi nilai plus tersendiri. Kalau tempat penukaran baterai sudah tersebar luas di mana-mana, kita bakal jauh lebih berani bepergian jauh tanpa rasa cemas, praktis seperti mengisi bensin di SPBU dan jauh lebih hemat waktu dibanding harus menunggu proses cas kabel berjam-jam.
Sebelum membeli tanya aja dulu ga usah malu-malu, ada biaya langganan/keanggotaan bulanan? atau kita murni hanya membayar nilai tukar baterainya saja? Ke depannya, tentu akan jauh lebih ideal jika standarisasi baterai antarmerek motor listrik bisa seragam agar pengguna makin dimudahkan.
Soal teknologi baterai dasarnya, lini motor listrik VinFast (seperti Evo, Feliz II, dan Viper) sebetulnya sudah menggunakan baterai berjenis Lithium Ferro Phosphate (LFP). Secara teori dan karakter material, baterai LFP dikenal punya daya tahan siklus yang baik dan lebih stabil terhadap suhu tinggi jika dibandingkan dengan baterai lithium-ion konvensional, sehingga risiko overheat relatif lebih rendah. Kinerjanya juga dipadukan dengan BMS (Battery Management System) yang bertugas memantau suhu serta mengatur tegangan secara real-time, termasuk saat cuaca dingin, BMS bekerja keras menjaga arus tetap stabil agar sel baterai tidak rusak.
Meski dibekali teknologi LFP dan BMS, bukan berarti kita bisa abai terhadap perawatannya. Supaya baterai lebih awet dan terhindar dari potensi error, sebaiknya hindari memarkir motor di bawah terik matahari langsung dalam waktu yang terlalu lama, dan jangan langsung mencolokkan charger sesaat setelah motor menempuh perjalanan jauh ketika kondisi baterai masih panas. Bagaimanapun, keunggulan spesifikasi baterai di atas kertas tetap harus dibuktikan dengan keandalan sistemnya di dunia nyata serta dukungan layanan purnajual yang responsif.
Kesimpulan
VINFAST EVO varian satu baterai merupakan motor listrik yang cukup menarik untuk kebutuhan harian di perkotaan karena bentuknya kompak, lincah, punya fitur display yang lengkap, dan menawarkan kemudahan sistem battery swap. Namun, motor ini belum bisa dianggap sempurna karena jarak tempuh nyatanya masih terbatas, waktu pengisian cukup lama, rem belakang masih tromol, serta belum dilengkapi fitur keyless dan konektivitas smartphone.
Selain itu, laporan kekurangan yang saya temui di komunitasnya mengenai baterai yang tiba-tiba turun ke 0% atau mengalami error menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan, meskipun masih membutuhkan konfirmasi dan pembuktian lebih lanjut, karena sosmed adalah dunia maya, semua bisa bikin post hayalan. Jadi, motor ini cocok dipertimbangkan untuk perjalanan harian jarak dekat sampai menengah, tetapi calon pembeli sebaiknya menghitung kebutuhan jarak tempuh, memahami biaya battery swap, dan mempertimbangkan kesiapan layanan purnajual sebelum membeli.
Karna produk ini terbilang masih hangat baru rilis dan masih terbilang baru beli 25 harian, saya hanya bisa mengulas sebagai gambaran awal saja
.png)
